Indeks Berita

ABDYA GELAR APEL KAHUTLA

Senin, 16 Oktober 2017

-


Ketika Mereka Di-PHP-in Berkali-kali

Senin, 02 Oktober 2017

Banda Aceh – Jafaruddin (50), tak acuh ketika tim verifikator dari provinsi Aceh mendatangi rumahnya di salah satu desa di kecamatan Juli, Bireuen. Ia hanya menoleh sekali, terus melanjutkan kesibukannya tanpa bertanya sepatah kata pun. Ia sudah mengira, dia akan di-PHP-in (pemberian harapan palsu) lagi tentang pemberian rumah duafa oleh oknum.

“Ini yang kedelapan kali rumah kami difoto oleh petugas pendataan, tapi bantuan tak pernah datang,” kata istri Jafaruddin, Salamah kepada petugas yang ditugaskan memverifikasi ulang Basis Data Terpadu (BDT) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Aceh tahun 2015.

Kondisi rumah sudah tidak layak lagi tinggal. Atap rumbia yang sudah bocor di beberapa sudut, dindingnya sudah lapuk, tanpa ventilasi dan lubang jendela, ditambah lagi lantai hanya tanah yang dilapisi tenda tua di atasnya.

Walaupun demikian, ia tak punya pilihan. Hanya pasrah tinggal di rumah yang layak disebut gubuk itu, namun baginya, itu istana yang megah tempat mereka berlindung bersama tiga orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Yang sangat disayangkan, mereka bahkan pernah ditipu oleh oknum yang mengaku perpanjangan tangan pemerintah di provinsi. Mereka diminta sejumlah uang, dengan harapan akan dibangun rumah secepatnya.

Ia menjual barang-barang berharga, namun si oknum hanya membawa beberapa zak semen dan pasir cor satu truk, setelah itu tak pernah terlihat lagi batang hidungnya. Ada pula yang membawa daftar nama lengkap dengan stempel basah mengatakan rumahnya masuk daftar renovasi.

Berbagai cara oknum datang dan memotret berkali-kali untuk meyakinkan si pemilik rumah. Sehingga ketika datang petugas resmi pemerintah ingin mendata ulang, mereka tak pernah percaya lagi yang namanya pendataan. Sudah lelah mereka dengan harapan-harapan kosong.

Banyak Data Non-BDT

Tim verifikasi BDT RTLH Aceh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh tahun 2017 terdiri atas beberapa badan dan dinas seperti Dinas Sosial, Baitul Mal Aceh, dan Bappeda itu sendiri.

Mereka ditugaskan memeriksa ulang BDT yang dihimpun tahun 2015 untuk di-update rumah-rumah yang tidak layak huni. Tim ini bahkan juga mendata rumah yang tidak layak huni di luar BDT. Tanpa diduga, data non-BDT ternyata hampir mencapai 10 kali lipat dati BDT.

Kondisi ini dangat memprihatinkan. Masih banyak masyarakat Aceh yang tinggal di rumah yang beratap rumbia. Jangankan untuk membuat rumah, untuk kebutuhan sehari-hari saja belum mencukupi.

DPR Anggarkan Dana Verifikasi untuk 30 Ribu Rumah Duafa

Seperti diberitakan Harian Serambi Indonesia, DPR Aceh meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh supaya bisa menghasilkan data yang benar-benar akurat dalam pendataan terhadap 30 ribu rumah unit duafa, di 23 kabupaten di Aceh yang akan dilakukan akhir 2017. Karena dana yang disediakan untuk pendataan verifikasi dan evaluasi rumah duafa cukup besar.

Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin mengatakan, dana Rp 800 juta itu sudah dianggarkan untuk biaya mulai dari pendataan, verifikasi, dan evaluasi terhadap seluruh rumah di Aceh.

“Kita berharap kepada tim Bappeda Aceh supaya segera melakukan pendataan, karena mulai 2018 data tersebut sudah dapat digunakan untuk memulai membangun rumah,” kata Muharuddin Jumat (29/9/2017).

Disebutkan, target Pemerintah Aceh di bawah Irwandi-Nova pembangunan rumah sebanyak itu akan direaliasikan dalam jangka lima tahun.Artinya tiap tahun Pemerintah Aceh harus mampu membangun rumah minimal 6.000 unit.

“Rumah duafa itu banyak kita temukan di daerah yang konfliknya lebih parah, misalnya di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie dan juga sejumlah kabupaten di pantai barat selatan,” pungkas Tgk Muhar.[]


Foto-foto Kegiatan Kajian 1 Muharram 1439 Hijriah

Selasa, 26 September 2017
Kajian 1 Muharram 1439 Hijriah sesi II di Aula BMA.
Kajian ini merupakan bentuk pendampingan, edukasi, motivasi, dan monitoring terhadap mustahik beasiswa Baitul Mal Aceh.
berikut foto-foto kegiatan.
IMG_0189 IMG_0190
IMG_0196 IMG_0215
IMG_0219

1 MUHARRAM, ABDYA GELAR PAWAI TA'RUF

Kamis, 21 September 2017

Wabup: Dapat membudaya nilai-nilai agama.


Sertijab Kepala Baitul Mal Aceh

Jumat, 08 September 2017

Banda Aceh – Kepala Baitul Mal Aceh melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara kepala yang lama, Dr Armiadi Musa MA dengan Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala yang baru, Zamzami Abdulrani S Sos.

Sertijab yang dilaksanakan di Aula kantor Baitul Mal Aceh itu dihadiri tiga unsur pejabat yaitu sekretariat, badan pelaksana, dan Dewan Pertimbangan Syariah (DPS), Jumat (08/09/2017).

Armiadi Musa, dalam sambutannya mengatakan berkomitmen akan membantu lembaga Baitul Mal Aceh. Biar pun ia tak lagi menjabat ia akan berkontribusi untuk lembaga yang pernah dipimpinnya.

“Saya berkomitmen untuk membantu lembaga Baitul Mal tidak hanya di provinsi, untuk seluruh Kabupaten/kota juga,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan kepada Plt untuk perjuangkan qanun Baitul Mal Aceh yang pernah diperjuangkan semasa ia menjabat. Dengan lahirnya qanun tersebut, masalah yang selama ini dialami Baitul Mal Aceh akan mendapat jalan keluar.

“Sudah tiga tahun kita perjuangkan namun ketika sudah di paripurna masih menyisakan masalah, salah satunya soal perekrutan komisioner, tolak-tarik antara kewenangan gubernur atau DPRA,” katanya.

Sementara itu, Plt Zamzami dalam sambutannya mengatakan meminta kepala Baitul Mal Aceh yang lama untuk terus memberi sumbangan ide untuk membangun Baitul Mal Aceh agar lebih baik ke depan. Apalagi Armiadi pakar di bidang zakat tentu Baitul Mal Aceh sangat butuh sharing ilmu darinya.

“Saya akan memperjuangkan perjuangan pak Armiadi. Apalagi sekarang kita lagi susun Renstra baru,” kata Zamzami.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, T Sulaiman SE. Ia melihat banyak kemajuan selama Armiadi memimpin.

“Saya harap kepada Dr Armiadi untuk membimbing kami dari segi fiqh zakat,” tandasnya.[]


Sertijab Kepala Baitul Mal Aceh

Jumat, 08 September 2017
Banda Aceh – Kepala Baitul Mal Aceh melaksanakan Serah Terima Jabatan (Setijab) antara kepala yang lama, Dr Armiadi Musa MA dengan Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala yang baru, Zamzami Abdulrani S Sos. 
Sertijab yang dilaksanakan di Aula kantor Baitul Mal Aceh itu dihadiri tiga unsur pejabat yaitu sekretariat, badan pelaksana, dan Dewan Pertimbangan Syariah (DPS), Jumat (08/09/2017). 
 
Armiadi Musa, dalam sambutannya mengatakan berkomitmen akan membantu lembaga Baitul Mal Aceh. Biar pun ia tak lagi menjabat ia akan berkontribusi untuk lembaga yang pernah dipimpinnya.
“Saya berkomitmen untuk membantu lembaga Baitul Mal tidak hanya di provinsi, untuk seluruh Kabupaten/kota juga,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan kepada Plt untuk perjuangkan qanun Baitul Mal Aceh yang pernah diperjuangkan semasa ia menjabat. Dengan lahirnya qanun tersebut, masalah yang selama ini dialami Baitul Mal Aceh akan mendapat jalan keluar. 
 
“Sudah tiga tahun kita perjuangkan namun ketika sudah di paripurna masih menyisakan masalah, salah satunya soal perekrutan komisioner, tolak-tarik antara kewenangan gubernur atau DPRA,” katanya. 
 
Sementara itu, Plt Zamzami dalam sambutannya mengatakan meminta kepala Baitul Mal Aceh yang lama untuk terus memberi sumbangan ide untuk membangun Baitul Mal Aceh agar lebih baik ke depan. Apalagi Armiadi pakar di bidang zakat tentu Baitul Mal Aceh sangat butuh sharing ilmu darinya. 
 
“Saya akan memperjuangkan perjuangan pak Armiadi. Apalagi sekarang kita lagi susun Renstra baru,” kata Zamzami. 
Hal senada juga disampaikan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, T Sulaiman SE. Ia melihat banyak kemajuan selama Armiadi memimpin.  
“Saya harap kepada Dr Armiadi untuk membimbing kami dari segi fiqh zakat,” tandasnya.[]

Mantan Wabup Aceh Jaya, Plt Kepala BMA

Senin, 04 September 2017

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menetapkan Zamzami Abdulrani, S. Sos sebagai Pelaksana Tugas  (Plt) Kepala Badan Pelaksana Baitul Mal Aceh (BMA). Penetapan Zamzami sebagai Plt mengingat masa jabatan Kepala BMA lama Dr Armiadi Musa MA berakhir beberapa bulan Lalu.

Pengangkatan tersebut berdasarakan Keputusan Gubernur Aceh bernomor 821.29/864/2017, tanggal 22 Agustus 2017 atau bertepatann dengan 29 Dzulqaidah 1438 Hijirah. Sejak tanggal ditetapkan Zamzami akan bertugas hingga dilantik kepala Baitul Mal Aceh defenitif yang baru.

Zamzami Abdulrani merupakan mantan Wakil Bupati (Wabup) Aceh Jaya periode 2007-2012 berpasangan dengan Azhar Abdurrahman. Pria asal Lamno ini dipercaya menjabat sebagai Plt Kepala Baitul Mal Aceh demi kelancaran penyaluran zakat selama kekosongan pimpinan difenitif.

“Untuk sementara waktu saya dipercaya oleh gubernur untuk posisi Plt ini. Karena saya orang baru, dan sudah lima tahun tidak memimpin pegawai, mohon saya diberikan masukan dan dibantu karena kita selaku manusia pasti ada kekurangannya,” ungkap Zamzami pada rapat perdana masuk kantor pascalebaran Idul Adha, Senin (04/09/2017) di aula BMA.

Ia berharap dengan kehadirannya dapat mencapai target penyaluran dan pemberdayaan zakat tahun ini. Biar pun tak sampai seratus persen karena sisa waktu beberapa bulan lagi untuk 2017, setidaknya tidak terlalu banyak sisa dana zakat.

“Kita akan bekerja keras untuk beberapa bulan ke depan supaya dana zakat yang belum tersalurkan dapat kita maksimalkan,” tandasnya.

Terhambat Penyaluran

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, T Sulaiman SE mengatakan penyaluran zakat tahun ini belum mencapai 50 persen. Hal itu disebabkan kekosongan pimpinan, sehingga dana zakat tidak bisa dicairkan untuk disalurkan kepada yang berhak menerima zakat (mustahik).

“Oleh karena itu, dengan adanya Plt Kepala Badan Pelaksana Baitul Mal Aceh ini, kita berharap tidak ada lagi kendala dalam penyaluran zakat. Kita sama-sama akan bekerja untuk mencapai target tahun ini,” ujar Sulaiman.

Ia juga berterima kasih kepada gubenur Aceh yang telah mengambil sikap cepat pengangkatan Plt, mengingat beberapa bulan terakhir banyak sekali dana zakat yang tertunda penyaluran seperti beasiswa, fakir uzur, dan beberapa program lainnya.[]

 


GEOMOBIL Sosialisasikan Pengetahuan Kebencanaan Sejak Usia Dini

Senin, 04 September 2017 GEOMOBIL Sosialisasikan Pengetahuan Kebencanaan Sejak Dini, di Beberapa Sekolah Dasar di Aceh.

BMA dan Baznas Berqurban di Pedalaman Pijay

Senin, 28 Agustus 2017

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyumbang dua ekor sapi untuk diqurbankan di wilayah pedalaman Pidie Jaya, tepatnya di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Pante Raja. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari tasyrik Idul Adha 1438 Hijriah.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh T Sulaiman SE mengatakan kegiatan ini merupakan program Baznas untuk pemberdayaan masyarakat desa di seluruh Indonesia. Untuk Aceh Baznas bekerja sama dengan Baitul Mal Aceh sebagai Bazda.

“Hewan qurban yang dibeli langsung dari masyarakat setempat dan dipotong di tempat itu juga, sehingga pedagang untung, masyarakat juga untung,” kata Sulaiman.

Selain BMA dan Baznas, ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu bank Aceh menyumbang satu ekor sapi. Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin ikut berpartsipasi untuk menyumbang hewan qurban pada kegiatan ini bisa menghubungi amil Baitul Mal Aceh nomor kontak 081360802526.

Desa Lhok Puuk merupakan salah satu desa yang terkena dampak berat gempa pada Desember 2016 lalu. Di desa ini terdapat 133 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 495 jiwa. Jumlah rumah 105 unit, rusak berat 22 unit, rusak sedang 21, dan rusak ringan 18 unit.[]


Pelaksaan Pendidikan Kader Ulama Tahun 2017

Jumat, 25 Agustus 2017 Majelis permusyawaratan ulama Aceh kembali menyelenggarakan kegiatan PKU (pendidikan kader ulama)