Stand Dinas Syariat Islam Aceh Beri Penyuluh Hukum

Kategori : Pemerintahan Selasa, 01 Oktober 2013

Banda Aceh - Pekan Kebudayaan Aceh ke 6 yang berlangsung selama 10 (sepuluh) hari sejak di buka Presiden Republik Indonesia Dr Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 20 september lalu akan memasuki di ujung penantian akhir 29 september 2013.

PKA 6 ini selain menampilkan ragam budaya dan adat istidat Aceh, juga di semarakkan oleh sejumlah satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) dalam lingkungan provinsi, hal itu juga Dinas Syariat Islam Aceh ikut berpartisipasi dalam menyeramarkan PKA 6 ini.

Khusus Dinas Syariat Islam Aceh sejak pertama membuka konsultasi hukum berbagai persoalan ummat tentang pelaksanaan syariat islam di Aceh, masyarakat yang datang ke stand DSI Aceh bertanya sepuasnya tentang Syariat Islam.

Banyak masyarakat yang datang ke stand DSI Aceh bukan hanya mendapatkan informasi tentang implementasi Syariat Islam akan tetapi juga mendapat ilmu-ilmu yang diberikan oleh petugas tentang pelaksanaan syariat islam Aceh. Ujar subchan sekretaris panitia

Untuk menarik masyarakat berkunjung ke stand Dinas Syariat Islam Aceh panitia menyediakan paket buku-buku dan majalah hasil terbitan DSI Aceh, sebagai bahan tambahan memperdalam khasanah tentang peran Dinas Syariat Islam selama ini, tambahnya

Kasi data dan informasi menambahkan, masyarakat sangat atusias memasuki stand DSI Aceh mesekipun yang kami sampaikan sangat sederhana, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Namun masyarakat datang ingin melihat dan melakukan konsultasi hukum tentang pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Hampir setiap hari masyarakat mengunjungi stand DSI Aceh untuk melakukan konsultasi persoalan Hukum, dan itu menjadi perhatian serius kami lakukan, agar masyarakat yang datang benar-benar merasa puas dengan mendapatkan informasi yang benar yang langsung dari instansi yang berkewanangan menangani Syariat Islam Aceh. Tambahnya

Mudah-mudahan masyarakat yang sudah mendapatkan ilmu dari pemateri yang disiapkan oleh panitia benar-benar menerapkan di tengah masyarakat, budaya thinking negatif terhadap Syariat Islam semakin hilang, dan masyarakat semakain percaya terhadap pelaksanaan Syariat Islam di bawah kendali DSI Aceh, apalagi saat ini sedang dilakukan reformasi birokrasi internal untuk kesempurnaan pelaksanaan di masa mendatang. Khususnya dalam menyusun program dan grand desain yang di gagas oleh Kadis Prof Dr Syahrizal Abbas MA.[]

Sumber : http://dinsyar.acehprov.go.id/